Logo Cahaya Agro
Article

HARUSKAH KITA PUAS JADI EKSPORTIR BIJI MENTAH? Saatnya Indonesia Naik Kelas dalam Industri Kopi

Published 1 day ago

HARUSKAH KITA PUAS JADI EKSPORTIR BIJI MENTAH? Saatnya Indonesia Naik Kelas dalam Industri Kopi

Indonesia kembali mencatatkan kinerja ekspor kopi yang impresif, menembus angka US$1,62 miliar. Namun di balik capaian tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah kita sudah mendapatkan nilai terbaik dari komoditas kebanggaan ini? Sebab, meski volume ekspor besar, sebagian besar kopi masih dilepas dalam bentuk biji mentah—artinya, sebagian besar nilai tambah justru dinikmati negara lain.

Dalam peta ekspor global, kita memiliki dua bintang utama. Robusta Lampung dan Sumatera Selatan menjadi raja volume, sangat diminati untuk kebutuhan blends industri. Sementara itu, Arabika spesialti seperti Gayo dan Mandailing adalah primadona nilai premium, terutama di pasar Amerika Serikat. Tapi ironisnya, kedua jenis ini—baik robusta maupun arabika—masih lebih sering dilepas tanpa proses lanjutan, menuju lima pasar terbesar: AS, Mesir, Malaysia, Belgia, dan Jerman.

Di dalam negeri, situasinya sangat kontras. Pasar lokal justru sedang meledak. Kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan bagian dari gaya hidup nasional: dari mahasiswa hingga profesional urban. Inilah sinyal kuat bahwa hilirisasi kopi bukan sekadar wacana ekonomi, tetapi kebutuhan sosial dan budaya. Dengan permintaan tinggi untuk kopi berkualitas, peluang bagi petani dan UMKM untuk naik kelas semakin nyata.

Dukungan negara pun mulai terasa. Pemerintah telah mengumumkan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% mulai 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi petani yang selama ini terbebani biaya produksi tinggi. Dengan akses pupuk lebih murah, peningkatan produktivitas dan kualitas menjadi semakin mungkin diwujudkan.

Kini yang kita butuhkan adalah fokus bersama: meningkatkan kualitas Arabika dan Robusta agar roastery lokal maupun global memberikan harga terbaik. Indonesia tidak boleh berhenti sebagai eksportir bahan mentah. Kita harus menjadi value creator, bukan sekadar pemasok. Dengan inovasi, dukungan kebijakan, dan pemberdayaan petani, industri kopi nasional siap naik kelas dan meraih nilai tambah yang sesungguhnya. ☕🇮🇩