Logo Cahaya Agro
Article

LAUT SEHAT, BUKAN SEKADAR WACANA!

Published 1 day ago

LAUT SEHAT, BUKAN SEKADAR WACANA!

Sebuah program besar tidak akan berjalan tanpa tangan-tangan yang berani memulai. Program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) yang dicanangkan KKP sejak Agustus 2025 bukan sekadar regulasi di atas kertas. Ini adalah manifestasi kegelisahan nelayan dan pengambil kebijakan melihat laut kita yang kian "sesak" oleh plastik.

Dari muara sungai di Padang hingga pesisir pulau terluar di Anambas, dedikasi nyata mulai bergerak untuk mengembalikan kejayaan samudera kita.

Pahlawan dari Pesisir: Pak Abadi Sosok nyata di balik gerakan ini adalah Pak Abadi, nelayan yang merasakan pahitnya jaring yang lebih sering menangkap sampah daripada ikan. Kegigihannya mengumpulkan sampah plastik di perairan Padang membawanya menjadi teladan nasional hingga dianugerahi penghargaan umroh atas dedikasi tanpa pamrihnya.

Tantangan di Balik Layar (SEBASAH): Mewujudkan laut bersih tidaklah mudah. KKP mengidentifikasi tiga kendala besar:

Krisis Ekonomi Nelayan: Sampah laut menurunkan hasil tangkapan hingga 30% dan merusak alat tangkap secara fisik.

Budaya Buang Sampah: Selama perilaku di "hulu" (daratan) belum dibenahi, tekanan sampah di "hilir" (laut) akan terus menghantui.

Logistik Pulau Terluar: Kesenjangan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Anambas membuat pengelolaan sampah menjadi tantangan geografis yang mahal.

Kutipan Strategis Dr. Rahmat Irfansyah (Kepala BPSPL Padang):

"Langkah krusial mewujudkan laut sehat adalah pemetaan sampah secara menyeluruh, mulai dari muara sungai hingga aktivitas di laut. Masalah ini tidak bisa diselesaikan sendiri; kolaborasi multi-stakeholder adalah kunci. Dengan membenahi hulu, kita menyelamatkan hilir (laut) kita."

Mari bergerak bersama. Karena setiap sampah yang kita tahan di darat, adalah satu nafas lega bagi laut kita. 🌊🇮🇩